Bertengkarlah dengan Benar…..


Sedang dalam keadaan tidak akur, tetapi terpaksa harus tampil wajar, maklum di rumah mertua. Membuat hari minggu pagi itu, aku mengajak untuk pergi berdua  keluar rumah, menikmati udara Bandung di minggu pagi hari.

Belum juga mandi, Akupun menghidupkan motor dan kemudian berdua istri pergi meninggalkan rumah menyusuri jalan Cibaduyut, menyeberang Leuwi Panjang dan berbelok ke Tegallega.  Selepas Tegallega, semula yang ingin ke Gasibu, berubah pikiran dan memilih melewati jalan ke arah Binong – Kiara Condong. Sudah lama tidak mengikuti ceramah Pak Jalal di Masjid Munawarrah di setiap minggu pagi. Continue reading

Suatu Ketika dalam Hiburan Manten


Pada suatu acara pernikahan di sebuah desa di kabupaten di pulau Jawa.  Dikisahkanlah sebuah “hiburan”  yang mengiringi acara pernikahan dari pagi sampai malam hari.

Acara resmi dimulai pukul 08.30, dimulai dengan ayat-ayat suci al-Quran mengalun dari seorang wanita berkerudung dan diakhiri dengan seorang lelaki berkopiah berbaju koko menerjemahkannya dengan “ Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua pasangan, baik dari apa yang tumbuh di bumi, dan dan jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang tidak mereka ketahui ( 36: 36) “.. Dan prosesi pernikahanpun mulailah. Continue reading

Wanita


“Berambut panjang dan berfikiran pendek*) !!!  Begitulah ungkapan yang digambarkan oleh peradapan Eropa tentang wanita ketika Eropa masih jauh untuk mengklaim diri sebagai benua yang paling beradab di muka bumi. Manusia (lelaki) memandang wanita sebagai bagian dari dirinya yang kurang sempurna. Sesuatu jenis manusia yang masih harus perlu dipahami eksistensi dirinya.  (inikah kenapa ada mata kuliah Psikologi Wanita, tapi tidak untuk Pria ? Continue reading

Air Terjung Malino


Air Terjung Malino

Sekelompok anak-anak remaja, mengelilingi kubangan besar tempat air itu terjatuh. Mereka berdiri memandang tempat jatuhnya air dan dan memperhatikan air yang turun jatuh dari puncak bukit yang tiada berhenti. Gumpalan-gumpalan air yang jatuh tiada henti, terpecah menjadi butiran-butiran halus ketika terbentur dengan landasan bebatuan. Butiran-butiran halus itu, kemudian bersama angin yang bertiup mengalir dan menempel ke tempat-tempat yang dilalui. Meskipun berada dijarak yang cukup jauh dari air terjun, tidak begitu lama kemudian badan mereka menjadi basah. Dua orang diantaranya, melepas baju dan juga celana panjang, menyisakan celana pendek. Kemudian turun lebih dekat ke kubangan air, di antara bebatuan. Continue reading

Nick Vujicic : ” No Arms No Legs No Worries”


Nick Kecil

Dari seorang Ibu yang menjadi seorang perawat yang membantu kelahiran/Bidan. Sebagai seorang bidan tentu saja si Ibu ini merawat kandungannya dengan sangat teliti, berbagai hal-hal yang berbahaya bagi kandungan. Saat yang dinantikan pun tiba, keluarlah ke dunia luar seorang bayi. Tetapi betapa terkejutnya si Ibu karena sang bayi ternyata tanpa tangan dan kaki. Dia adalah Nick Vujicic yang lahir pada 4 Desember 1982 di Melbourne Australia dari keluarga Kristen Serbia. Continue reading

Something Special about Jodoh…


Pada suatu malam sekian tahun yang silam. Kunaefi, satu teman di Psiko99e UI, yang sering mampir untuk sekedar ngobrol-ngobrol masalah ini-itu, datang di tempat kost di kawasan Margonda.

Kalau memang perjodohan adalah sebuah takdir dari Allah, apakah ada sebuah tanda khusus ketika pertama kali bertemu dengan seseorang yang kelak menjadi pasangan hidup ?” katanya pada pada malam itu.

Aku diam melongo dan menyimpang pertanyaan dalam hati, kenapa ya Allah memasangkan si Fulan dengan si Fulanah, padahal sifat-sifat mereka berbeda. Kunaefi melanjutkan ceritanya, “Saya sudah menanyakan ke teman-teman !”

“Apa kata mereka ?” sergahku penasaran.

“Pada umumnya, mereka memang merasakan hal yang berbeda ketika mereka menemukan seseorang yang sekarang menjadi pasangan hidupnya. Sesuatu yang spesial dalam pandangan mereka, dibandingkan dengan orang-orang yang lain. Ada seorang cewek, yang memiliki beberapa calon. Tetapi dia kurang sreg. alasannya ini-itu. Pada suatu ketika dia langsung menerima, ketika dia baru bertemu dengan seseorang yang baru dikenalnya. Padahal orang baru yang baru dikenal ini, sebenarnya tidak memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan calon yang lain. Tidak lebih ganteng, tidak lebih kaya. Biasa saja !.” katanya penuh semangat dengan hasil temuannya ini.

“Walaupun ada juga yang tidak merasakan apa-apa !” dia menambahkan pengecualian pada akhirnya juga, tetapi dia yakin bahwa memang ada perasaan yg berbeda ketika kita berjumpa pertama kali dengan seseorang itu.

Betulkah ? Betulkah kita merasakan something special seseorang yang akan menjadi jodoh kita ketika diawal perjumpaan kita. Bahkan Rieke Dyah Pitaloka, dalam wawancara di infotainment ketika dia ditanya kenapa menikah dengan dosen UI, dia menjawab, ( kira-kira begini ) “waktu saya bertemu dengannya, saya merasa yakin dia adalah orang yang akan menemani perjalanan hidup saya !” begitu tandasnya, kenapa dia putus dengan tunangannya dan memilih mas dosen itu.

Bagaimana menurut Anda ?

 

(syhm)