Seks itu nikmat, tetapi ……


“Seks itu nikmat, tetapi lebih nikmat lagi kekuasaan…”

Kalimat itu pada awalnya meluncur dari bibir Jiang Ching, seorang artis opera china, atas pertanyaan yang ditujukan kepadanya, kenapa dia mau menikah & setia kepada Flamboyan tua yang terkena siphilis pula, Mao Tse Tung,. 

–Jiang chin adalah salah istri Mao, pendiri China Modern yg dikenal memiliki banyak istri–
–ungkapan ini dikutip seingat2nya dari koran tempo kalo gak salah di lembar budaya yg memmuat judul2 buku–

Kata-kata itu kemudian aku kutip kembali karena aku ditodong utk memberikan sepatah dua patah kata, utk perpisahan Rekan Afriwandi, Ketua DPD SEKAR  Kantor Dives yang akan menduduki Jabatan sebagai GM Enterprise Area I  Sumatera.  Karena saya sebagai Kabid OKK DPW, maka saya di daulat juga untuk angkat suara.  Karena tidk ada kata-2 bagus yg sempat mampir  di kepala  saya, ya sdh kata-2 itu saja yg saya sampaikan.
Walaupun kata-kata itu terkesan konyol, apalagi sambutan dari teman-2 yg lain sebelumnya banyak mengutip dari kata-2 Nabi yg tentu saja penuh Hikmah. Amanah dan sebagainya.  Kutipan kata2 Madame Mao itu itu sebenarnya sungguh sangat serius walaupun akhirnya menjadi terkesan main2. (atau karena itu hebatnya.. )
Dalam perjalanan manusia hidup di dunia dipercaya ada 2 dua perjalanan yang menyertainya. Perjalanan Jiwa dan perjalanan Badaniah. Perjalanan Jiwa menuju ke kesempurnaan dan perjalanan badaniah menuju ke kerentaan untuk kemudian hancur bersama dengan datangnya kematian.
Perkembangan Seks adalah perjalanan Badaniah, maka sampai titik tertentu manusia dipercaya mengalami perpindahan letak titik kenikmatan Seks. Merujuk dari kata2 Freud kenikmatan Seks berpindah dari mulut, kemudian anus, dan kemudian genital dan kemudian berhenti, dan sampai suatu ketika manusia tidak lagi mengharapkan.
Sedangkan perjalanan Jiwa manusia terletak pada pikiran dan perasaan (dlm bahasa orang beragama namanya Qalb ). Dan semakin sempurna dengan berjalannya usia. Seks hanya menjadi satu bagian kecil dari pendukung perjalanan Jiwa ini.
Dalam perjalanan Jiwa ini, manusia dituntun berdasarkan pandangan tentang ‘apa dan bagaimana manusia sempurna’ itu. Ada tiga tingkatan dalam jiwa manusia yakni jiwa tumbuh-tumbuhan, jiwa hewan dan jiwa “manusia”. Jiwa-jiwa itulah yang menuntut ke arah mana manusia pergi dan bercita-cita untuk menjadi manusia sempurna, superior, perkasa, hebat dan lain sebagainya semakna. Pokoknya nomor satu.
Dalam pandangan duniawi, banyak orang mencoba untuk mengambil kesimpulan
tentang kesempurnaan manusia.
Nietzsche (dan terutama pelaku poliltik) menganggap  manusia sempurna adalah manusia yang memiliki superioritas atas manusia yang lain. manusia yang memiliki kekuatan kekuasaan diatas lain-lainnya, sehingga dengan hal itu dia dapat mengatur dan orang lain tunduk padanya.
Soros (dan terutama para pelaku ekonomi) menganggap manusia perkasa adalah manusia yang mempunyai kekuatan kekayaan yang sedemikian rupa sehingga dengan hal itu dapat mengatur segalanya.
Darwin (barangkali) menganggap manusia kuat adalah manusia yang mampu melahirkan banya keturunan yang sehat-sehat (dan juga kaya-kaya serta berpangkat-pangkat )
Dan Iklan Obat Kuat mempropagandakan manusia perkasa adalah manusia yang … mampu menaklukkan istrinya.
Pendek kata, dengan menarik kesimpulan yang ngawur, kita akan dikatakan sebagai manusia hebat, superior, sempurna, apabila kita memiliki sebuah kekuasan diatas segalanya. apabila kita sudah menjadi RAJA kaya, RAJA diraja, dan RAJA diRAnJAng.
Tetapi Ayatollah Shadruddin Syirazi mengatakan (kurang lebih) Puncak kesempurnaan Jiwa manusia terjadi ketika dia kembali kepada Tuhannya, yaitu saat sempurna kehancuran badaniahnya (kematian) dan saat itulah menjadi kesempurnaan Jiwa manusia dihadapan Tuhan, adalah sama seperti ketika Tuhan memberikan Jiwa manusia, sebelum kita dilahirkan. Tanpa kita mengotorinya.
Pokoknya….. Kekuasaan itu Nikmat.  Kenikmatan.  Karena Kekuasaan itu  Kenikmatan, kekuasaan itu akan menterlenakan. Kita sering mendapatkan,  Ketika awal mendapatkan kekuasaan, Kata-kata Tuhan  akan di lafal-kan secara sempurna, dengan sepenuh puji-pujian pada saat sambutan pestasyukuran dan  pisah sambut.  Tetapi ketika sdh berjalan sekian lama, kata-2 hanTu -lah yg akhirnya lebih sering diperdengarkan. Tentu saja tidak semuanya, tetapi banyak kita jumpai.
Sekali lagi, Kepada Rekan Afriwandi dan juga Aziz Sidqi  krn beliau2 ketua  SEKAR tempat dimana saya berada) saya ucapkan ……. apa ya, ((rasa-2nya  saya blm pernah mengucapkan selamat apapun kepada para teman2 STT Telkom  yang naik jabatan, kecuali salaman saja + makan2nya)).  Dan juga teman2 yg lain yg memilki kekuasaan. Saya ucapkan semoga selamat…

Sih Munadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s