Tayub di Minggu Pagi Hari


Penari tayub yang mendapatkan giliran pentas pagi hari

 

Nonton konser tayub, pagi-pagi pukul 06.00 di alun-alun Purwodadi Grobogan Jawa Tengah

 

Memang di daerah itu memang bukan hal yang asing lagi mengenai kesenian tayub, dimana mirip dengan jaipong, seornag penari wanita dikelilingi oleh beberapa penari lelaki yang menjoget bergantian. Kalau hal itu sudah merupakan hal yang wajar, apa yang aneh dengan keseniana ini ?. memang tidak aneh, hanya saja menari tayub pada waktu jam 6 pagi ketika oarang-orang sedang asyik berlari keliling alun-alun untuk berolah raga minggu, itulah yang aneh.

Yang menarik adalah karena pagi hari bukan waktu yang lazim buat manggungnya penari tayub untuk meladeni hasrat lelakai bertayub.

Tetapi itu menjadi lazim karena peristiwa itu adalah wujud dari penciptaan menari tayub selama 30 jam yang diselenggarakan di alun-alun purwodadi. Memang pagi hari bukanlah awaktu yang lazim bagi seorang penari tayub, semsetinya malam hari diantara bau rokok dan minumana keras, bukan bau keringat habis lari pagi.

Siapa yang menentukan sesuatu hal itu lazim atau tidak lazim ?

ya kebiasaan masyarakat saja kayaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s