Siti Aniroh


Aku pernah berjanji untuk untuk tetap mengingatnya dengan mengatakan,”10 tahun dari sekarang kamu akan jadi apa !?”. tetapi aku lupa persis dalam kontek apa kata-kataku itu keluar. Mei 2001 saat itu ketika dia memutuskan untuk menerima pinangan dari lelaki Klaten yang sedang dekat dengannya.

Namanya Siti Aniroh, seorang Lawyer dan pasien pertamaku sebagai seorang psikolog amatir. Mungkin karena aku belajar lagi ilmu Psikologi di UI, sehingga dia pikir aku adalah tempat yang tepat bagi dia untuk mengungkapkan kegelisahan, dan keluh kesah. Semacam konsultasi gratis, begitulah. Padahal adanya yang tidak dia tahu, bahwa aku yang sesungguhnya lebih tepat untuk duduk di depan kursi seorang psikolog, dari pada dirinya.

Selama 2 tahun (atau mungkin kurang dari itu) kita menjadi teman berbincang tanpa tanpa pernah bertemu muka. Aku tidak ingat apakah diantara kita pernah mengajak kopi darat atau tidak. Walaupun tidak pernah tahu bagaimana paras mukanya, tetapi aku  mengenal dia sebagai perempuan yang cerdas, kata-katanya bernas, tidak mudah menyerah, (atau lebih tepatnya ambisius ?). Tetapi ada hal yang paling aku ingat… yakni 16 (enambelas) bersaudara dalam keluarganya, hampir dua kalilipat aku bersaudara.

Aku yakin dengan otak encer dimiliki ditambah dengan kolega-nya disana-sini, cita-citanya untuk berkarir di jalur hukum akan mulus tanpa hambatan, apalagi jika keinginannya untuk melanjutkan studi hukum di Universitas Utrecht Amsterdam negeri Belanda sana, kesampaian. Apalagi dengan usia yang relatif muda, 23 tahun(?), sudah memiliki kantor hukum sendiri. Sudah dech aku tinggal mengingatkan saja, bahwa 10 tahun yang lalu dia pernah menjadi pasienku ketika aku menjadi psikolog amatir, dan semoga dia masih mengingatku. Walaupun aku juga kawatir, urusan ini itu dalam rumah tangga akan membuat hanyut dan tenggelam bersama garam, gula, lada, merica di dapur.

Aku tidak ingat setelah itu apakah aku sempat bercakap-cakap via telpon atau tidak, tetapi dengan balasan ucapan selamat hari raya Idulfitri tiap tahunnya seperti mengabarkan bahwa Universitas Utrecht tidak lagi dijangkaunya. Walaupun ketika masa iseng tiba, aku ingin mengetahui keberadaan teman-temanku (siapa saja yang pernah aku kenal), aku kadang mencari di google. tetapi tetap aku tidak menemukan jejak namanya. kalau aku menyusuri nama Siti Aniroh yang aku dapat justru istri Slamet Effendi Yusuf politisi dari Golkar. Tidak terdeteksi Siti Aniroh temanku.

 

Idulfitri 1429 H seperti biasa aku mengirim ucapan selamat berlebaran kepada semua orang yang aku anggap sebagai Muslim yang berada di dua phonebook. Seperti biasa aku selalu mengirim sebuah sms yang unik yang tentu saja membuat orang tersenyum bila mengetahui artinya. Sore-sore pada hari Idul Fitri ada satu balasan ucapan selamat dari Ani yang dikasih embel-embel semacam iklan “Info : bukuku dah terbit silahkan search di google siti aniroh/nobody happy with cancer”.

Balasan sms itu membuat aku senang sekaligus cemas juga. Aku senang karena Ani telah menjadi penulis sebuah buku dan sedihnya ternyata bukan buku tentang hukum, tetapi Kanker.

Sejak kapan Ani menjadi ahli tentang Kanker ?. Rasa-rasanya mustahil seorang ahli hukum tiba-tiba menjadi ahli mengenai kanker dalam waktu kurang tidak lebih dari 8 tahun, walaupun itu mungkin saja terjadi. Tetapi aku segera ingat, salah satu kenapa Ani begitu bimbang untuk menikah waktu itu adalah masalah Kista di rahim yang memungkinkan dirinya tidak bisa memiliki keturunan. Tetapi bukankah setelah pernikahan dengan Mas Iwan, teryata kemudian memang memiliki anak!?

Sesampai di Jakarta, segera aku mencari di google sesuai yang disarankan dalam sms. Penasaran tentang apa buku itu dan ingin tahu bagaimana roma muka pasien pertamku itu. Ya maklumlah orang yang pernah akrab sekali tetapi tidak pernah bertemu muka sama sekali.

Bukunya, Nobody happy with cancer be brave & smart, terus terang sampai saat ini aku belum sempat ke Gramedia untuk membeli buku ini. Tetapi berdasarkan informasi di google : Buku itu mengisahkan perjalanannya melewatkan masa-masa sulit saat melawan kanker payudara yang dideritanya. 

Bagaimna dokter tidak juga memberi jawaban yang memuaskan atas penyakit yang di deritanya, sampai akhirnya baru setahun setelah diagnosa kanker itu dan Ani berobat ke Singapura. Setelah itupun mengalami sebuah perjalanan yang berat dari kemoterapi yang membuat rambut rontok sampai ke harga diri anak tunggalnya.

Belum lagi saat ia bersama suami membahas masalah pengangkatan pengangkatan payudara. Tentu saja menulis kesedihan kisah pribadi dalam melewatkan masa-masa sulit tidaklah mudah, terutama bagaiaman harus menghadapi trauma-trauma psikis yang dideritanya dengan mengingat-ingat kembali kejadian yangtidak menyenangkan itu. Ketika buku itu selesai, tidak berarti masalah selesai dan berjalan mulus. Ia sudah menawarkan bukunya ini ke banyak penerbit dan mendapat jawaban bahwa masih banyak buku lain yang lebih penting. Ani akhirnya menerbitkan buku ini dengan uangnya sendiri, dengan harapan banyak orang tidak mengalami apa yang dia alami bersama kanker ini.

Aku tidak tahu bagaimana buku ini, tetapi apapun aku salut pada Ani dengan penyakit yang dideritanya dia masih sanggup untuk menulis buku. Kisah Ani ini mengingatkan kita bahwa manusia harus selalu berjuang dan tidak patah semangat menghadapi kondisinya. Selamat berjuang Ani, semoga Allah memberi sebuah kehidupan terbaik dan berarti bagi Ani dan keluarga. 

 

20 responses to “Siti Aniroh

  1. Haiiiiiiiii KAMU tetap jahil ya!!!!

    Akhirnya aku tahu juga tampangmu yang ganteng (liatnya dari Monas pake sedotan pasti jadi ganteeeeeng banget!) ha-ha-ha
    So, kalo’ kamu belum baca bukuku juga “KETERLALUAN” ha-ha-ha….

    Btw….harusnya cerita “kita” masuk ya di sub judul bukuku “PERSAHABATAN YANG INDAH” atau…sekarang giliranmu nulis buku. Buktikan kalo’ kamu yang nulis pasti lebih hebat dan jadi best seller. (Aku numpang tenar maksudnya…..ha-ha-ha bahwa teman misteriusku jadi orang TOP, aminnnn). Atau….kamu sudah nulis buku tapi aku gak ngerti saking kupernya ya….

    Untuk update aja….cita-citaku terbang dan sekolah ke Belanda tenggelam dan gak tau kapan akan mengapung lagi…..hik. Sekarang kukatakan dengan bangga bahwa aku jadi IBU RUMAH TANGGA YANG BAIK untuk membantu anakku mewujudkan cita-citanya plus jualan beras organik di rumah. Mau? Ke rumah aja……kukasih makan gratis. Tapi setelahnya musti beli berasnya satu ton. ha-ha-ha, dijamin beras organik asli dan jauh lebih murah dari supermarket, karena ini memang dari petani organik langsung untuk membantu teman-teman penyintas kanker yang membutuhkan beras organik. Harga per kilo antara 10.000-11.000 tergantung jenisnya. Coba bandingkan di supermarket, paling murah per pack(5kg) Rp.65.000,- Silahkan hubungi saya kalo ada yang minat.
    Eeeeeh kok jadi jualan sih….

    Thx My Friend…….aku masih suka kontak Eno lho….

  2. hehehe… kalo gak jahil bukan aku lah…
    aku belum menulis buku2 kok, aku hanya menulis kayak begini saja… terutama menulis utk terapi mental (penyembuhan)… sungguh gak bohong.
    Kadang pingin juga menulis buku tetapi waktu lebih sering memaksaku utk mngerjakan yg lain.
    Besok dech aku beli bukumu, janji dech… kapan bedah buku lagi ??… biar dapat tanda tangan tanpa harus ke rumah hehehe…
    Oh ya salam buat Enno ya, kalau kontak lagi..

  3. Hmm…pngen ksi comment euy,,
    bner apa yg dsimpulin di akhir crta,,”bahwa manusia harus selalu berjuang dan tidak patah semangat menghadapi kondisinya” krn apapun keadaannya (entah itu senang, sedih, menderita ato ga menderita, kaya, miskin) mgkn itu adalah kondisi terbaik dan terdekat qta dgn 4JJI (waduh,,jarang2 niy vk ksi comment srius gini :>)
    SMANGatt!!!! ^_^

  4. makasih vk, memang tidak setiap orang mampu menerima kenyataan hidup ini dengan ikhlas. jangankan orang yang diberi kekuarangan, orang yg diberi banyak kelebihan pun, banyak sekali yg tidak bisa menerima.

  5. hiiii Friend

    Gayung bersambut nih, if dikau masih ingin “beramal”, tolong buka di blog.rumahkanker.com punya sahabatku Titah (dia bukan penderita kanker, tapi seorang yang sangat peduli dgn para penyintas kanker), banyak sekali di sana teman-temanku yang depresi saat menerima vonis kanker. Takut, marah, benci, merasa dilecehkan dan tidak pede, pokoknya ancur lebur. Dikau kan ada ilmunya psikologi. Please ya…. Thx u

  6. Lha, kamu itu dah lulus belum sih di psikologi di UI? he-he-he….itu dikomentarin keluhan teman-teman yang lagi pada depresi. Kita-kita penyintas kanker dah gak mungkin datang ke psikolog komersil. mana ada duit he-he-he buat berobat aja ngutang gitu looooch. Tuch yang Pak Alex, dah stadium 4, metastase keman-mana….besarkanlah hati mereka (pake ilmu psikologi maksudnya) daripada dia mikirin malapraktik. Kalo kaya aku kan cuma modal pengalaman doang he-he-he
    Ayoklaaaah passsti bisa dan banyak yang bisa dilakukan. Tengkiyu Friend.

  7. Sudah sebulan ini aku mencari buku mbak Ani di beberapa lokasi toko buku Gramedia Jakarta Depok dan bandung, dan 2 toko buku diskon di Bdg, tetapi aku tdk mendapatkan, barangkali sudah habis.
    Untuk bisa kasih koment di Blog-mu dan membesarkan hati teman-2 yg menyandang kanker………. terus terang aku sendiri merasa malu, bahwa ternyata aku tidak setegar mbak Ani dalam menghadapi permasalahan seperti itu.

  8. Hiii…
    Belum dapat juga bukuku? Bisa kirim alamat ke emailku aja langsung. soalnya beberapa minggu ini aku jarang online karena sok sibuk hik-hik-hik. Aku kirim gratis deh, plus tanda tangan plus cap jempol plus-plus-plus ha-ha-ha….

    Soal komentar….kenapa malu? Membesarkan hati orang bagiku adalah berkat Tuhan. insya Allah dari situ kita akan memetik hikmah yang luar biasa, belajar dari pengalaman orang dan mengendalikan diri sendiri. Ketegaran dan optimisme yang kumiliki juga kadang pasang surut, tapi aku selalu terpacu untuk mengisi sisa hidupku dengan hal-hal yang positif. Kapan lagi?? Mau beramal dengan materi, aku bukan orang kaya, so….dengan melayani orang yang membutuhkan, dengan kerendahan hati untuk peduli sesama, dengan rasa cinta dan kemanusiaan…karena aku tahu bahwa melawan kanker bukan dan tidak semudah bertanding di ring tinju untuk menjadi menang atau kalah.

    So…kami juga sekarang lagi kampanye (bukan untuk pemilu lho…) Menuju Indonesia Peduli Kanker. Aku sering training di beberapa tempat untuk mensosialisasikan deteksi dini CA Payudara. Kalo ada yang berminat?? “Gratis”. Ladang amal buat sangu mati ha-ha-ha. Tinggal dikau kumpulin teman-teman minimal 15 orang, nanti temanya mau apa, ada teman-teman yang membantu. Kalo seputar CA Payudara bisa aku, tapi kalau yang lain seperti servicks, prostat, colon, paru, dll mungkin bukan aku, tapi sama-sama dari CISC (cancer information & support center). Kalau berminat kontak aku by email ya!!! C…U

  9. Mbak Ani, mohon maaf baru merespons & terima kasih sebelumnya atas tawaran bukunya.
    Aku tidak mengalami hal yang seperti mbak Ani dan rekan2 rasakan. Sehingga apa iya aku memiliki kekuatan hati seperti yang aku katakan sendiri di forum dan memiliki ketakutan seandainya aku memiliki sebuah penderitaan yang serupa aku justru jatuh sejatuh-jatuhnya. Walaupun sebenarnya kita bisa menguatkan hati orang lain, tanpa harus pernah mengalami penderitaan yang sama.
    Pada saat ini aku tersadar bahwa aku memiliki pribadi yang rapuh ternyata.
    Oh ya, nanti kalau telkom mau ngadaian acara, semacam ceramah kesehatan akan saya usahakan untuk mengundang mbak ani dan kawan2.
    Untuk Buku, ada teman yang berniat mencari dan dia tdk mendapatkan juga, kalau berkenan mbak Ani bisa mengirimkan juga kepadanya ; namanya Yenny. (bisa dikirimkan saja lewat aku, ntar disampaikan kepadanya)
    ini alamat pengiriman :
    Sih Munadi
    C2Care Telkom Enterprise
    Gedung Menara Multi Media; Jalan kebon Sirih 12 Lt 12
    Jakarta Pusat.

    terima kasih

  10. Hai, apa kabarmu? Mohon maaf aku lama sekali tidak kontak, termasuk kirim email laporan keuangan rumah singgah. Kami pindah ke Yogya sejak Agustus kemarin. Tolong email ke aku ya…alamat email beberapa teman ke-delete.
    Thx a lot

  11. Mbak Ani apa kabar ? masih ingat aku ga ya ….., aku adik kelasmu waktu di SMP N Nsw. Klo ingat Pramuka hrs nya ingat aku. Aku kan sll jadi wakilmu …hehehe
    Tadi pagi aku chat sama suratno yg skr lg study di jerman & dia bilang katanya kamu menerbitkan sebuah buku. Aku ingin membeli buku nya …, kira2 di gramedia yk msh ada ga ya?
    Mba ani skr tinggal di yk ya ? aku juga di yk lho…,

    • Mohon maaf saya jarang buka blog ini…
      saya juga tidak tahu kabar mbak Ani, no telp yg dahulu saya miliki tidak pernah menjawab kalau di sms dan di telp jg gak bisa.
      kabar terakhir mbak Ani sakit

  12. Salam Terindah Untukmu,, Wahai Jiwa yang Tenang..

    “Perhatikan saja, lepaskan, lepaskan…..jasad ini bukan milik kita. Jangan posesif.”
    Semoga semua hidup bahagia, amin.,”

    Begitupun dengan dirimu mb,,
    Aku Yakin,, dirimu disana Jauh Lebih Bahagia bersamaNya disana.. sedangkan kami..masih berdendang dengan “Aneka Ria tarian Kehidupan..”,,
    Selamat Jalan mb Ani,, Sosokmu selalu ada di bagian hati Kami.. Ada Tempat untukmu di dalam dada ini.. Ketika Kau meyakini hidupmu yang cukup dengan dua kata.. “menerima dan bersyukur”

    Love U,,

    • Innalillahi wainna ilaihi rojiun… semoga kasih Allah memberi rahmat kepada kehidupan mbak Ani dan semoga usaha2 utk merintis usaha sosial dapat membantu kepada yang lain yang mengalami penderitaan yang sama.

      terima kasih mbak Arin atas kunjungannya dan informasinya.

  13. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…semoga mbak siti aniroh mendapat tempat terbaik di sisiNya. Amin… Saya juga sedang berjuang melawan ca mamae dan belum selesai, baru mau radioterapi..dan saya juga pengunjung setia blog mbak Ani..

    • Semoga Allah memberi kesembuhan kepada mba Failasuffah dan diberi kekuatan batin untuk menjalani semua yg harus dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s