Suatu Ketika dlm Perjalanan Travel dari Jakarta menuju Bandung


Jakarta-Bandung, Sabtu 24 Januari 09 ;

Wanita itu sebenarnya tidak begitu cantik face-nya sepenilaianku. Tetapi paduan pakaian dan dandanan yang aduhai itu mengundang orang untuk berselera sensual kepadanya. Wanita itu menggunakan rok pendek warna hitam dan menggunakan atasan warna biru. Pakaian yang dikenakan sedemikian rupa sehingga kalau kurang kendali akan geraknnya, maka tempat-tempat menarik dari wanita akan kelihatan. 

Dari check point cikini, wanita ini pun sudah mengundang perhatian banyak orang,. Tidak terkecuali aku. dia datang ke titik pemberangkatan di cikini diantar oleh beberapa orang seorang diantaranya, wanita dengan perilaku dan cara dandan yang sama, pakaian sexy dan merokok. Dengan perwajahan mereka berdua, aku memperkirakan mereka adalah wanita yang “betah melek”

Pkl 16.00 kurang dikit, travel persiapan berangkat dari cikini. Wanita berbaju biru itu berangkat sendiri dan hanya diantar sampai check point. Dia masuk duluan & duduk di belakangku di deretan paling belakang. Ketika aku masuk dan menuju kursi, lagi-lagi wanita muda ini kurang terhadap kendali perilaku. Sekali lagi aku hanya lelaki biasa, walaupun merasa berdosa tetapi tidak merasa ada seseorangpun yang dikhianati.

Lelaki yang masuk belakangan tampak sumringah juga ketika, mendapati ada wanita aduhai yang duduk di samping dia. Dari absensi yang dilakukan kru travel, aku tahu nama wanita itu bernama  Elsa.

Pada awalnya senang juga dalam satu perjalanan travel bersama seorang wanita sexy ke bandung. Aku pikir lumayan sebagai hiburan perjalanan selama 2 jam dari cikini ke bandung.

Pukul 16.00 travel berangkat, & wanita bernama Elsa ini menelpon ibunya, biasa seperti kebanyakan “si manis sayang mama” seperti yang lainnya. Seperti biasa telpon ke sang Ibu hanya berlangsung sesaat saja, sekedar pembicaraan pemberitahuan mobil dah jalan dan tunggu nanti di Bandung.

Kemudian wanita ini berbicara dengan seseorang, kemungkinan lelaki. Tidak ada yang menarik dari pembicaraan wanita itu dengan lelaki yang ada di ujung sana, hanya sebuah pembicaraan biasa mengenai kejadian sehari-hari. Yang menarik perhatian dan membuat jengkel kepada wanita itu adalah pembicaraan itu tidak ada ujungnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Satu bahan obrolan disambung dengan bahan obrolan yang lain. Dari cara berbicara tampaknya wanita ini ingin mendominasi pembicaraan dan ingin seolah-olah menjadi pusat perhatian. Bahkan ketika lelaki diujung sana sepertinya ingin memutuskan sambungan, wanita mengatakan, “begitu ya, kalau sama saya perhitungan begitu …!!??”. tidak lama kemudian wanita itu mengatakan,”ya sudah aku telpon yang lainnya aja ahh !” sambungan diputus dan sambil wanita ini memaki lelaki itu. Kemudian wanita ini melanjutkan pembicaraan dengan lelaki yang lain.

Aku sendiri merasa berbicara masalah pribadi dalam lingkungan yang umum berlama-lama, adalah bukan sebuah prilaku yang baik, paling tidak dia tidak mengenal sama sekali etiket perjalanan dan etiket berada di tempat umum. Sehingga apa yang dilakukan oleh wanita ini membuat penumpang menjadi “Neg”, berkali-kali penumpang yang disampingku menoleh ke belakang melihat siapa yang tidak berhentyi berbicara. Begitu juga dengan penumpang yang ada di depanku. Tetapi tidak ada satupun yang menegur wanita itu untuk diam.  Mereka memilih diam dan menyibukkan diri dengan urusan mereka masing-masing.

Ternyata semua penumpang di Travel itu melek teknologi, 2 orang penumpang di depanku, keturuanan India sepertinya bapak anak gadisnya, memilih untuk menonton film dan sesekali menyelesaikan program software. Sedang yang aku kira anak gadisnya mendengarkan musik lewat headphone. Lelaki disampingku memilih chating dan itulah yang aku tiru. Sesekali waktu aku melirik apa yang menjadi bahan obrolan di chating itu, dan ternyata tentang wanita yang berbicara terus menerus itu, dan diantara dia menuliskan, “ iiiihhhh uwing teu nafsu … “ menanggapi respon dari seberang sana tentang wanita itu.

Sedangkan di bagian belakang. Lelaki di samping kiri wanita itu menyibukkan diri dengan mengirim sms dan begitu juga wanita di samping kanan wanita itu.

Mungkin karena libur akhir pekan dan libur tahun baru China, ditambah dengan perbaikan sisi jalan antara Bekasi dan Karawang, membuat Perjalanan antara Jakarta-Bandung menjadi tersendat, sehingga 17.40 travel baru mencapai check point di KM 57. Wanita itu belum juga menghentikan pembicaraan dengan orang di ujung sana. Sampai disini, aku turun dan rasa ketidaksukaanku kepada wanita itu aku wujudkan dengan membeli coffe di counter dan nanti akan aku gunakan untuk mengancamnya dengan kata-kata,”jika kamu tidak bisa diam, aku akan menyirammu”. Harapannya dengan ancaman itu ornag itu akan kalah dan memutuskan diam. Sorry ini hanya sebatas rencana untuk mengancam dan belum tentu aku lakukan.

Pukul 18.00 travel bergerak lagi meninggalkan check point menuju Bandung. Wanita itu belum juga menghentikan bicaranya. Aku memilih untuk menunggu siapa tahu sebentar lagi pembicaraan selesai juga. Dan untuk mengurangi suara wanita itu aku memilih untuk medengarkan suara lagu-lagu yang ada di HP-ku.

Sepertinya wanita muda ini memiliki permasalahan dengan kepribadian. Ada satu obrolan yang menceritakan kalau menyeberang jalan seorang diri selama di Jakarta ini, baru tadi dilakukan, sebelumnya selalu ada orang yang menyertai. Hal yang lain adalah dia mengalami ketakutan yang besar kalau naik/bonceng motor. Dari cara bicara dan isi pembicaraan, aku menyimpulkan kalau tidak “katro” orang yang tidak mengenal etiket di tempat umum, wanita ini memiliki permasalahan kepribadian.

Denting-denting suara dawai gitar dan berpadu dengan gemuruh pukulan drum yang mengiringi para lelaki bertato memekikkan suaranya, ternyata lebih mengasyikkan dari pada mengurusi wanita bermasalah itu.

Seorang diantara orang bertato itu James Hetfield dari Metalica mengajakku untuk bersikap toleran dengan lirik syair yang diucapkan “ …… open minds from different view….” Cobalah melihat permasalahan dari sudut pandang yang lain. Kadang-kadang kita belajar dari perjumpaan demi perjumpaan dengan orang yang kita jumpai di setiap perjalanan hidup kita. Apa yang kita kira tidak berarti ternyata memberi arti lebih. Sebagai orang yang memiliki disiplin ilmu psikologi, tentu saja perilaku wanita ini menarik untuk dipelajari. Kemudian aku malah lebih memilih untuk mengetahui apakah wanita ini bisa tahan berbicara dari Jakarta menuju Bandung tanpa henti.

Pukul 19.35 menit, ketika pak sopir menghentikan laju mobil di check point Bandung, wanita itu menghentikan pembicaraan. Benar ternyata wanita muda itu sanggup untuk berbicara dari Jakarta ke Bandung terus menerus tanpa henti tanpa mempedulikan orang yang ada di sekitarnya, selama 3,5 jam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s